Using more than 80% of my capacity brain to philosophize with a cup of coffee

Senin, 04 Juni 2018

Bagai tikus mati di lumbung padi

Pasti lu semua pernah denger peribahasa 'Bagai tikus mati di lumbung padi', lu semua pasti tau kan apa arti peribahasa tersebut. Kalo ada yang masih bingung, kita pake angan-angan aja.
Ada seekor tikus, tau sendiri tikus kan gimana, makannya apa? Buat informasi aja tikus itu salah satu makanan favorit nya tanaman padi, sampe jadi hama untuk para petani padi. Bisa ga lu bayangin, itu tikus mati kelaparan di dalam lumbung padi? Meregang nyawa di tempat yang notabene adalah sumber kehidupan dia yang melimpah.

Ya itu cuma peribahasa singkat yang mampu mendeksripsikan apapun, semua kondisi yang kita pikir sangat miris bisa di sandingkan dengan peribahasa tersebut.
Temen-temen pasti nanya, kenapa admin nulis artikel tentang peribahasa itu di blog yang isinya tentang kopi? sekarang gw jelasin kenapa gw pilih judul begitu. Sekali lagi para pembaca harap tenang, sediakan kopi dan roko untuk baca penjelasan gw dengan santai (kalo lu pada lagi ga puasa)
Gw selaku admin ga nge judge siapapun ya, gw cuma mau menyampaikan pemikiran gw di blog kopigahar ini.



Lu semua perlu tau, negara kita ini Indonesia dari jaman di jajah belanda ratusan tahun lalu sampe detik ini, salah satu penghasil kopi terbanyak di dunia. Negara kita selalu ada di urutan teratas penghasil kopi untuk dunia ini. Kopi kita terkenal di seluruh benua di luar sana, di eropa, asia, australia, afrika, amerika. Nih gw kasih tau informasi yang kayanya bakalan bikin lu bangga sama kopi dari indonesia. Untuk lu yang berkecimpung di dunia IT, pasti pernah denger sama 'Java programming language'. itu bahasa pemograman, buat bikin sistem. java punya logo itu adalah secangkir kopi. nih logonya 

Apa hubungan nya secangkir kopi sama bahasa pemograman ya? gw jelasin hubungan nya dari mana. dulu para petinggi sun micro system, si pembuat java language itu membuat perusahaan pake nama 'OAK language' tapi nama itu udah ada di pake sama perusahaan yang lebih dulu berdiri, dan mau ga mau mereka harus ganti nama, mereka yang punya kebiasaan ngopi sebelum memulai pekerjaan nya akhirnya kepikiran untuk buat nama bahasa pemogramaan nya 'java'. lu tau translate nya 'java' ke indonesia kan? Udah ada gambaran kan hubungan nya dimana? bisa lu tebak kan sekarang, iya kopi yang sering mereka minum setiap pagi itu adalah biji kopi dari pulau jawa!
hah? bikin kaget ya? biasa aja kalee..

Emang kopi kita dari jaman belanda jajah dulu terkenal enak sih di dunia, para kompeni itu yang membawa tanaman kopi untuk di tanam di tanah kita, karena ambisi mereka menguasai pasaran eropa dengan kopi. ada pertanyaan lagi muncul, kenapa ga di tanah sendiri? alesannya karena geografis dan iklim, tanah mereka ga cocok sama tanaman kopi, maka itu mereka bawa kopi ke tanah kita. 
Mereka pula yang ngajarin rakyat pribumi cara bercocok tanam, cara pengolahan dan pembibitan kopi. Dengan kondisi tanah pulau jawa yang subur, mampu menghasilkan panen kopi yang melimpah ruah, dan akhirnya kopi jawa di nikmati di eropa sana. sampe ada istilah populer orang eropa dulu 'A cup of java' yang kira kira maknanya 'satu cangkir dari pulau jawa'. Tau ga lu pada, dari jenis kopi yang sama. Arabica atau Robusta, kalo udah ditanam di negeri kita ini karakter rasanya bisa berubah. ditanam di jawa rasanya A, di tanam di sumatra rasanya B, ditanam di flores rasanya C, ditanam di papua rasanya D. yaa akhirnya banyak karakter rasa yang punya ciri khas masing-masing dari seluruh daerah di Indonesia ini. Itu yang bikin kopi kita ajaib buat pencinta kopi di dunia. Bahkan lu semua wajib tau, kopi termahal sejagad ada di indonesia. Iya bener kopi luwak, kopi kontroversi yang jadi kebanggaan kaum "Elite". Tau gimana awalnya kopi luwak tercipta? gw kupas lagi disini. duh maaf ya jadi panjang lebar, tapi penting ini buat kita para pencinta kopi. 😄


Menurut alkisah, pada jaman dahulu kala. jaman tanam paksa atau culturr stelsel, atas perintah gubernur belanda yang menjabat saat itu van den bosch, para kompeni ga pernah ngijinin para pekerja kita untuk ambil kopi yang mereka panen, setiap pulang kerja selalu mereka di periksa. apa ada biji kopi yang mereka sembunyikan di badan mereka. 





Suatu ketika, para pemetik kopi nemuin kotoran dari binatang luwak, bentuknya kaya gambar diatas. luwak itu makan buah kopi, mereka pinter pilih buah yang paling nikmat. dan pencernaan lambungnya ga bisa menghancurkan bagian bijinya. jadi itu biji keluar jadi kotoran. akhirnya pemetik kopi kita yang pengen ngopi ambil kotoran itu, dan mereka jadiin kopi, ternyata pas di coba rasanya nikmat bener. sampe kedengeran ke telinga kompeni, ya di sikat juga kopi luwak kita. 😢 hal yang bikin harganya mahal karena habitat asli binatang luwak cuma ada di indonesia. 

Akhir cerita, kita bagai tikus mati di lumbung padi. bayangin, kita hidup di hamparan kopi-kopi dengan rasa ternikmat di dunia ini. Kita menghirup nafas di atas tanah terbaik untuk penghasil kopi maupun hasil bumi yang berkualitas tinggi untuk dunia ini. kasarnya dari pemikiran orang awam kaya gw, gw mikir ibarat bola dunia ini adalah sebuah kanvas, Ketika Allah SWT menciptakan bagian Indonesia, Allah SWT menggunakan kuas yang terbaik, dengan konsentrasi paling maksimal. sehingga kekayaan kita itu melimpah ruah, dari sisi manapun. Kekayaan alam yang sempurna, yang ga pernah di nikmati dengan maksimal sama rakyat kita sendiri sampe detik ini. Miris ya? 😭

Dan satu hal yang lebih miris lagi, bayangin sama lu pada ya, kita negara penghasil kopi terbanyak! dengan citarasa kopi yang unik, citarasa yang jarang orang bule punya, citarasa terbaik dari tanah subur negara kita. Cuma minum kopi sachet?? 😒

-Kopi Gahar-


0 komentar:

Posting Komentar