Bagaimana Kopi memainkan peran penting untuk meningkatkan kecantikan?
ga usah ngebuang banyak biaya untuk mendapatkan kulit wajah yang halus dan terawat. karena menurut penelitian, dengan ampas kopi pun dapat digunakan sebagai pembersih wajah, scrub, dan masker
Kopi di kenal sebagai anti oksidan yang dapat membantu mengencangkan kulit dari radikal bebas, membantu meremajakan kulit, dan membuatnya lebih cerah
berikut adalah panduan facial yang bisa temen temen lakuin sendiri di rumah dengan ramuan kopi
1. Pembersihan
Bertujuan untuk menghilangkan kotoran, minyak berlebih dan kotoran lain yang tidak di inginkan. sehingga membuat kulit wajah menjadi bersih
yang ada butuhkan adalah bubuk kopi dan gel lidah buaya
- ambil 1 sendok makan bubuk kopi, lalu masukan dalam mangkuk
- tambah 2 sendok makan gel aloe vera, dan aduk bersama hinga tercampur
- oleskan ke wajah anda dan pijat dengan gerakan melingkar, lalu bersihkan dengan air
2. Scrubbing
Setelah pembersihan adalah srcubbing, Scrubbing membantu dalam memperbaiki sel kulit wajah yang telah mati, dan menggantikan dengan sel baru yang membuat wajah semakin cerah dan terlihat muda
- Ambil 1 sendok makan kopi
- Tambahkan 2 sendok makan minyak kelapa untuk meredam campuran, dan aduk rata kedalam mangkok
- gosok perlahan campuran ini dalam gerakan melingkar selama 5-6 menit
- bersihkan dengan air
3. Masker wajah
Masker adalah proses penting dalam kegiatan facial wajah, masker mampu membantu menghidrasi kulit wajah dan membuat keseluruhan kulit wajah menjadi lebih sempurna, berikut adalah masker yang bisa temen temen buat dengan bubuk kopi :
- Kopi dan madu
Tambahkan 1 sendok makan kopi bubuk ke mangkuk, dan 1 sendok makan madu. aduk merata dan oleskan kewajah, pijat dengan lembut dalam gerakan melingkar dan rata. dan biarkan kering selama 15 menit kemudian bilas dengan air. madu mengandung zat pelembab, dan jika di padukan dengan kopi mampu menghasilkan masker wajah yang akan berfungsi maksimal untuk menambah kecerahan wajah
- Kopi dan lemon
Ambil 1 sendok makan bubuk kopi, tambahkan beberapa tetes air lemon ke dalam mangkuk. Oleskan ke wajah dan leher. Biarkan selama 30 menit, lalu bilas. Lemon mengandung vitamin C yang akan membantu menghilangkan kotoran berlebih dari kulit sehingga kulit terlihat lebih bersih dan lebih sehat.
-Kopi dan susu
Campur 1 sendok makan bubuk kopi dan 1 sendok makan susu, untuk mendapatkan pasta kental. Oleskan ke wajah, biarkan selama 20 menit. lalu bilas dengan lembut. Susu mengandung zat yang membantu meningkatkan cahaya kulit Anda.
Semua itu bisa di dapat oleh temen temen sekalian dengan menggunakan bubuk kopi dari kopi berkualitas.
Kopi Gahar, Robusta bean from Liwa Lampung Barat
100 g bubuk kopi murni = 12.000
200 g bubuk kopi murni = 24.000
250 g bubuk kopi murni = 30.000
500 g bubuk kopi murni = 60.000
1 kg bubuk kopi murni = 120.000
1 kg roasted bean = 100.000
Sachet 30 g (gula+kopi) = 2500
ekpetasinya Ariel tatum pake masker kopi gahar, 😋
Minggu, 12 Agustus 2018
Minggu, 24 Juni 2018
Doa dalam secangkir kopi
Kita sebagai salah satu pemasok kopi terbesar didunia pasti bangga lah ya. Kopi dari tanah nusantara terkenal, kenikmatan rasanya masyhur di dunia. Dan perlu temen temen ketahui, kadang ada juga provinsi kita yang bener bener di fokusin untuk keperluan agribisnis untuk pendapatan negara tercinta kita.
Tapi pernah ga temen temen kepikiran tentang gimana proses itu kopi mulai dari panen sampe bisa kita nikmatin dalam secangkir kopi? Atau pernah ga terlintas dikepala temen temen, gimana perjuangan para petani kopi untuk bisa mengirim rasa kopi miliknya ke tenggorokan kita, untuk bisa membagi manfaat kopi miliknya ke jasmani kita? Pasti gapernah.. Hayo ngaku jangan pernah pernah aja. Hhahaa
Nih admin kasih tau sedikit gambaran perjuangan para petani di negeri kita. Ya tiap petani pasti ada masalah masing masing deh, kali ini kita bahas petani kopi aja ya. Ya ga sinkron juga blog tentang kopi bahas petani padi atau karet. Iya kan..
Petani kopi kan banyak di negara kita nih, tapi admin kerucutin ke petani di Liwa sana, sebuah daerah di provinsi Lampung. Lampung barat tepatnya. Tempat dimana biji kopi gahar berasal.
Kalo temen temen mau tau, para petani itu panen dalam setahun ga selalu tiap bulan panen. Ya dalam setahun bisa 2 kali panen deh. Dan sistem penyebaran kopi mereka ga se mudah yang kalian pikir, kalo kita mah enak kan pangsa pasar dijabodetabek sini banyak. Ada kedai kopi, banyak tempat nongkrong, pokoknya banyak dh tempat buat ngebuang kopi. Kalo mereka ngga bro and sis. Ya mereka kira2 cuma punya beberapa lubang aja buat ngebuang hasil panen nya ke masyarakat luas. Kasarnya mah, ya gw jujur aja mereka ga punya banyak pilihan untuk menjual kopinya. Yang mereka pikir adalah gimana kopi mereka habis terjual sebelum rasa kopi berubah, dan mereka bisa melangsungkan hidup dengan hasil penjualan kopi mereka sampai ketemu panen berikutnya.
Gw juga nulis tentang ini bukan cuma perkiraan doang, ini udah gw teliti dan analisa sedemikian rupa. Halah..
Ngga deng, ini jujur kita transparant aja. Kebetulan patner secangkir kopinya admin blog kopi gahar ini, punya kebun di Liwa sana. Ya ga luas sih, tapi cukup lah hasil panen nya buat dinikmati warga sekecamatan. Hahaha..
Doi sering bnget cerita, share, berbagi cerita tentang keluh kesah kehidupan para petani kopi di Liwa. Mereka bertahun tahun menjalani sistem jual beli yang kami pikir bener bener ga menguntungkan untuk kedua pihak selaku penjual dan pembeli.
Nasib mereka ga berbanding lurus terhadap maraknya tren minum kopi di kota besar Indonesia. Banyak hal yang jadi kendala untuk tersebarnya komoditas mereka itu. Antara lain cuaca yang ga menentu kadang bisa bikin panen gagal. Bayangin aja dalam tahun itu panen mereka gagal. Uang darimana buat beli beras? Lauk pauk? Dll. Terus kadang ada juga masalah di hal lokasi geografis yang kadang menghasilkan kopi dengan mutu ga stabil, itu jg bisa merusak harga kopi, dan yang paling ekstrim adalah. Kecocokan harga jual-beli kopi yang terkadang ga bersimbiosis mutualisme. Kenapa ko ga simbiosis mutualisme min? Nih admin jelasin. Lu semua pada tau kan arti tengkulak? Nah itu pilihan tunggal para petani kopi di Liwa sana, mereka para petani kadang ga nemuin satu kesepakatan yang cocok terhadap para tengkulak. Tapi karena mereka pikir tu kopi ga bisa di tahan lama lama dalam gudang mereka, ya mau gamau mereka lepas dengan harga yang di tawarkan para tengkulak di daerah masing masing.
Udah kebayang kan gimana tekanan para petani kopi di sana? Nah itu dia kaya gitu bayangan nya. Emang ada yang bilang 'jangan salahkan para tengkulak, mereka udah membantu para petani'. Iya emang ga ada yang salah sih, mungkin admin pikir yang salah itu sistem nya. Sistem jual-beli pertanian kita itu udah mendarah daging, jadinya begitu aja dari dulu. Statis dan ekstrim. Coba bayangin, pake logika aja. Logika bego begoan aja ya ga. Seorang bandar agrobisnis bisa berlimpah materi, harusnya para petani kita juga sama dong. Tapi kenyataan nya petani kita gimana sekarang? Mana ada petani yang bener bener tercukupi secara materi? Jarang coyy.. Kecuali tu petani merangkap menjadi bandar. Cukup jelas kan apa yang gw sampaikan di postingan kali ini? Para petani kopi ga se bahagia yang kalian pikir, ga se indah yang kalian bayangin, punya kebun, tiap waktu panen dateng, tinggal petik hasil kebun atau sawah terus di jual. Gak kaya gitu. Mereka punya masalah tapi mereka tetap yakin dan percaya kalo rejeki mereka udah diatur sm sang pencipta, mereka selalu berusaha tersenyum dalam kerendahan diri mereka. Meskipun mereka gabisa memutar fakta bahwa hasil tani mereka benar benar di nikmati orang banyak dengan bayaran yang ga sesuai dengan keperluan mereka. Pahit dan miris emang, tapi harus mereka hadapi. Kalo kata James Hetfield mah 'Sad But True' :D
Nah dimulai dari cerita ini kami berperan, kami kopi gahar adalah kopi dengan kualitas terbaik dari kebun kopi di Liwa sana, kami mem by pass para tengkulak di Liwa, bukan niat kami ga menghargai professi mereka dalam memasarkan kopi, bukan niat kami menghalangi mereka membantu para petani menjual habis kopinya, bukan pula niat kami mengambil sebagian dari rejeki mereka, bukan niat kami juga menjadi kompetitor mereka. Tapi emang jadi keharusan kami memperjuangkan perekonomian mereka para petani kopi di Liwa, udah jadi keharusan kami membuat mereka tersenyum lepas tanpa ada masalah diotak mereka masing masing.
Ada lantunan doa paling indah dari para petani kopi dalam setiap cangkir kopi yang kita nikmati, ada rayuan dan pujian paling dahsyat terhadap sang pencipta dari para petani kopi kita. Semata mata demi mempersembahkan kehidupan dan masa depan yang jauh lebih baik terhadap anak cucu mereka.
-Kopi Gahar-
Tapi pernah ga temen temen kepikiran tentang gimana proses itu kopi mulai dari panen sampe bisa kita nikmatin dalam secangkir kopi? Atau pernah ga terlintas dikepala temen temen, gimana perjuangan para petani kopi untuk bisa mengirim rasa kopi miliknya ke tenggorokan kita, untuk bisa membagi manfaat kopi miliknya ke jasmani kita? Pasti gapernah.. Hayo ngaku jangan pernah pernah aja. Hhahaa
Nih admin kasih tau sedikit gambaran perjuangan para petani di negeri kita. Ya tiap petani pasti ada masalah masing masing deh, kali ini kita bahas petani kopi aja ya. Ya ga sinkron juga blog tentang kopi bahas petani padi atau karet. Iya kan..
Petani kopi kan banyak di negara kita nih, tapi admin kerucutin ke petani di Liwa sana, sebuah daerah di provinsi Lampung. Lampung barat tepatnya. Tempat dimana biji kopi gahar berasal.
Kalo temen temen mau tau, para petani itu panen dalam setahun ga selalu tiap bulan panen. Ya dalam setahun bisa 2 kali panen deh. Dan sistem penyebaran kopi mereka ga se mudah yang kalian pikir, kalo kita mah enak kan pangsa pasar dijabodetabek sini banyak. Ada kedai kopi, banyak tempat nongkrong, pokoknya banyak dh tempat buat ngebuang kopi. Kalo mereka ngga bro and sis. Ya mereka kira2 cuma punya beberapa lubang aja buat ngebuang hasil panen nya ke masyarakat luas. Kasarnya mah, ya gw jujur aja mereka ga punya banyak pilihan untuk menjual kopinya. Yang mereka pikir adalah gimana kopi mereka habis terjual sebelum rasa kopi berubah, dan mereka bisa melangsungkan hidup dengan hasil penjualan kopi mereka sampai ketemu panen berikutnya.
Gw juga nulis tentang ini bukan cuma perkiraan doang, ini udah gw teliti dan analisa sedemikian rupa. Halah..
Ngga deng, ini jujur kita transparant aja. Kebetulan patner secangkir kopinya admin blog kopi gahar ini, punya kebun di Liwa sana. Ya ga luas sih, tapi cukup lah hasil panen nya buat dinikmati warga sekecamatan. Hahaha..
Doi sering bnget cerita, share, berbagi cerita tentang keluh kesah kehidupan para petani kopi di Liwa. Mereka bertahun tahun menjalani sistem jual beli yang kami pikir bener bener ga menguntungkan untuk kedua pihak selaku penjual dan pembeli.
Nasib mereka ga berbanding lurus terhadap maraknya tren minum kopi di kota besar Indonesia. Banyak hal yang jadi kendala untuk tersebarnya komoditas mereka itu. Antara lain cuaca yang ga menentu kadang bisa bikin panen gagal. Bayangin aja dalam tahun itu panen mereka gagal. Uang darimana buat beli beras? Lauk pauk? Dll. Terus kadang ada juga masalah di hal lokasi geografis yang kadang menghasilkan kopi dengan mutu ga stabil, itu jg bisa merusak harga kopi, dan yang paling ekstrim adalah. Kecocokan harga jual-beli kopi yang terkadang ga bersimbiosis mutualisme. Kenapa ko ga simbiosis mutualisme min? Nih admin jelasin. Lu semua pada tau kan arti tengkulak? Nah itu pilihan tunggal para petani kopi di Liwa sana, mereka para petani kadang ga nemuin satu kesepakatan yang cocok terhadap para tengkulak. Tapi karena mereka pikir tu kopi ga bisa di tahan lama lama dalam gudang mereka, ya mau gamau mereka lepas dengan harga yang di tawarkan para tengkulak di daerah masing masing.
Udah kebayang kan gimana tekanan para petani kopi di sana? Nah itu dia kaya gitu bayangan nya. Emang ada yang bilang 'jangan salahkan para tengkulak, mereka udah membantu para petani'. Iya emang ga ada yang salah sih, mungkin admin pikir yang salah itu sistem nya. Sistem jual-beli pertanian kita itu udah mendarah daging, jadinya begitu aja dari dulu. Statis dan ekstrim. Coba bayangin, pake logika aja. Logika bego begoan aja ya ga. Seorang bandar agrobisnis bisa berlimpah materi, harusnya para petani kita juga sama dong. Tapi kenyataan nya petani kita gimana sekarang? Mana ada petani yang bener bener tercukupi secara materi? Jarang coyy.. Kecuali tu petani merangkap menjadi bandar. Cukup jelas kan apa yang gw sampaikan di postingan kali ini? Para petani kopi ga se bahagia yang kalian pikir, ga se indah yang kalian bayangin, punya kebun, tiap waktu panen dateng, tinggal petik hasil kebun atau sawah terus di jual. Gak kaya gitu. Mereka punya masalah tapi mereka tetap yakin dan percaya kalo rejeki mereka udah diatur sm sang pencipta, mereka selalu berusaha tersenyum dalam kerendahan diri mereka. Meskipun mereka gabisa memutar fakta bahwa hasil tani mereka benar benar di nikmati orang banyak dengan bayaran yang ga sesuai dengan keperluan mereka. Pahit dan miris emang, tapi harus mereka hadapi. Kalo kata James Hetfield mah 'Sad But True' :D
Nah dimulai dari cerita ini kami berperan, kami kopi gahar adalah kopi dengan kualitas terbaik dari kebun kopi di Liwa sana, kami mem by pass para tengkulak di Liwa, bukan niat kami ga menghargai professi mereka dalam memasarkan kopi, bukan niat kami menghalangi mereka membantu para petani menjual habis kopinya, bukan pula niat kami mengambil sebagian dari rejeki mereka, bukan niat kami juga menjadi kompetitor mereka. Tapi emang jadi keharusan kami memperjuangkan perekonomian mereka para petani kopi di Liwa, udah jadi keharusan kami membuat mereka tersenyum lepas tanpa ada masalah diotak mereka masing masing.
Ada lantunan doa paling indah dari para petani kopi dalam setiap cangkir kopi yang kita nikmati, ada rayuan dan pujian paling dahsyat terhadap sang pencipta dari para petani kopi kita. Semata mata demi mempersembahkan kehidupan dan masa depan yang jauh lebih baik terhadap anak cucu mereka.
-Kopi Gahar-
Kamis, 14 Juni 2018
Kopi dan cinta
Assalamualaikum wr wb temen temen semua, pertama tama admin mau mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1439 H, minal aidin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin. Semoga allah menerima amalku dan amal kalian semua, dan semoga allah swt mempertemukan kita dengan ramadhan tahun selanjutnya.
Ga kerasa udah sebulan kita lalui ramadhan. Sekarang waktunya kita kembali ke fitrah. Serunya kalo lagi ada hari besar gini adalah berkumpul sama sama keluarga, sanak saudara dan kerabat. Bermaaf maafan dan bersilaturahmi. Eits jangan lupa juga, itu tamu adukin kopi dlu ngapa. Hedd..
Ga kerasa udah sebulan kita lalui ramadhan. Sekarang waktunya kita kembali ke fitrah. Serunya kalo lagi ada hari besar gini adalah berkumpul sama sama keluarga, sanak saudara dan kerabat. Bermaaf maafan dan bersilaturahmi. Eits jangan lupa juga, itu tamu adukin kopi dlu ngapa. Hedd..
Secara ga langsung kopi itu bisa membawa pesan damai lho temen temen, coba deh di pikirin.
Meskipun ga ada penelitian tentang kandungan atau zat yang bisa bikin kita 'feel friendly' dari secangkir kopi, gabisa kita pungkiri. Komunikasi kita sama orang sekitar berbeda ketika kita lagi ngopi bareng sama ga ngopi bareng. Kesan nya kalo ngopi bareng udah merasa deket bener.
Meskipun baru ketemu pertama kali sama org yang jadi lawan bicara lu.
Berkali kali gw dapetin cerita menarik tentang arti persahabatan lewat obrolan sambil ngopi.
Dalam hati dan pikiran kita, kita udah konek sama itu orang. Karena satu kesamaan, yaitu suka ngopi. Apalagi + ngeroko. Itu mau ngbrol berjam jam jg hayo aja udah.. Haha
Entah apapun metode penyajian nya, para pecinta kopi mampu berbagi cerita dengan lawan ngopi nya. Rasa otomatis yang paling muncul ketika itu terjadi kayanya sih rasa percaya. Ya kita percaya aja klo mereka adalah rekan bicara yang asik. Otomatis klop.. Ya beda banget lah, dibanding ngbrol bareng sambil minum bir. Haha
Sekali lagi admin mewakili nama kopi gahar mohon maaf kalo ada salah kata. Kita buka lagi awalan baru yang lebih baik, dan semoga ramadhan kali ini mampu merubah semua hal yang tidak baik dari diri kita menjadi lebih baik. Aamminn..
-Kopi Gahar-
Langganan:
Komentar (Atom)





